PENGABDIAN
Suasa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran penuh dengan ceria walapun kita hanya bermodal sekotak nasi kaput namun dalam proses pengabdian untuk bertemu dengan teman teman baik yang ada di Bima.dompu,sumbawa,KLU,mataram dan loteng adalah salah satu mutifasi membanggun kecerian dan kebersamaan, pengembangan usaha koperasi
kebersamaan pengabdian untuk mengangakat pertumbuhan ekonomi memelalui jalur Koperasi di masing masing pelosok adalah salah satu pengabdian memajukan sumbar daya manusia (SDM) dan SDA.
pengabdian Membagun Koperasi dengan tekat kebersamaan,satu ide,satu pikiran saya nyakin koperasi dapat mengangkat nama baik dalam pertumbuhan ekonomi bangsa indonesia,koperasi adalah pilar untuk mengangkat roda perekonomian pengusaha kecil dan menengah,
koperasi akan menciptakan tempat terangsaksi untuk para anggota,sekaligus sebagai tempat sumbar pendapatan untuk para anggota, dan apabila koperasi di jadikan tempat terangsaksi,oleh pemerintah apapun jenis bantuan yang di alokasikan oleh pemerintah maka saya nyakin koperasi di masing-masing pelosok dapat berjalan sesuai harapan, sekaligus dapat secara langsung membantu perkembangan ekonomi koperasi,dapat di kelola untunk kesejahtraan pra anggota koperasi,
pengabdian koperasi terhadap anggota adalah menjadi moral besar koperasi apabila koperasi tidak mampu mensejahtrakan anggotanya
harapan kami mudah-mudah koperasi di jadikan oleh pemerintah sebagai tempat terangsaksi segala jenis bantuan untuk memudahkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Senin, 23 Maret 2015
Rabu, 18 Maret 2015
MANAJEMEN USAHA SIMPAN PINJAM
KOPERASI KSU ISTIQOMAH DESA MAS-MAS KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN
LOMBOK TENGAN NUSA TENGARA BARAT.
Kegiatan usaha simpan pinjam dari KSU meliputi kegiatan
penarikan/penghimpunan dana dan penyaluran kembali dana tersebut dalam bentuk
pinjaman. Secara garis besar kegiatan tersebut dapat dibedakan menjadi:
a.
Sisi pasiva: yaitu KSU melakukan penarikan dana dari
anggota dan pihak-pihak lainnya. Dari anggota dapat berupa tabungan, simpanan
atau dalam bentuk lainnya. Sedangkan dari pihak lain dapat berupa pinjaman atau
penyertaan lainnya.
b.
Sisi aktiva: KSU melakukan kegiatan usaha yang
berhubungan dengan penggunaan atau pengalokasian dana terutama dimaksudkan
untuk memperoleh pendapatan.
Dengan kata lain KSU menghadapi dua kegiatan yang saling berkaitan
antara satu dengan lainnya:
1)
Pada satu sisi, dana simpanan yang terkumpul harus
disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anggota yang membutuhkan. Berarti
terjadi arus dana keluar dan akan kembali diterima secara bertahap pada masa
yang akan datang.
2)
Pada sisi lain, KSU harus mampu melayani anggota
penyimpan yang hendak menarik kembali simpanannya sesuai dengan perjanjian yang
telah disepakati.
Oleh karena itu, KSU harus mampu mengatur arus dana agar selalu seimbang
antara arus dana yang masuk dan arus dana yang keluar. Arus dana masuk di KSU
terdiri dari:
·
Penerimaan simpanan pokok dan simpanan wajib untuk KSU,
dan modal disetor untuk USP
·
Penerimaan angsuran pinjaman, baik pokok maupun Jasa.
·
Penerimaan pendapatan operasional berupa pendapatan
SHU pinjaman, provisi dan administrasi.
·
Penerimaan simpanan berupa tabungan atau simpanan
berjangka anggota, calon anggota, Koperasi lain dan atau anggotanya;
·
Penerimaan dana dari pihak ketiga berupa pinjaman,
untuk KSU dan modal tidak tetap untuk USP;
·
Penerimaan pendapatan bunga, atas tabungan atau
deposito KSP/USP di Bank
Sedangkan arus dana keluar di KSU/USP terdiri dari:
·
Pemberian pinjaman
·
Penarikan simpanan berupa tabungan atau simpanan
berjangka anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya.
·
Pembayaran biaya-biaya usaha dan organisasi
·
Penyetoran ke bank.
·
Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib untuk
anggota KSU ISTIQOMAH yang keluar;
·
Pengembalian pinjaman kepada pihak ketiga beserta
Jasanya.
Dari pengalaman sehari-hari dapat diperkirakan besarnya pengeluaran
dalam setiap hari, minggu atau bulan, sehingga likuiditas minimum dapat
ditetapkan secara lebih tepat. Kesemuanya itu perlu didukung oleh
pencatatan-pencatatan yang akurat, teliti, rapi dan sistematis.
Dalam menghadapi masalah berkaitan dengan upaya nenyeimbangkan arus
dana, KSU/USP perlu melakukan manajemen aktiva-pasiva dengan pendekatan asset
allocation approach. Pendekatan ini nengalokasikan sumber-sumber dana. Dana
yang memiliki sifat perputaran yang cukup tinggi hendaknya penggunaannya diprioritaskan
dalam aktiva yang tingkat likuiditasnya cukup tinggi pula. Sedangkan dana yang
perputarannya relatif rendah, pengalokasiannya dapat diprioritaskan pada
pemberian pinjaman dan aktiva jangka panjang lainnya. Ilustrasi asset
allocation approach pada KSP/USP dapat dilihat dalam gambar
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa:
Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa:
(1) sumber dana yang berasal dari tabungan sebaiknya digunakan untuk
cadangan likuiditas atau pinjaman yang sifatnya jangka pendek.
(2) Simpanan berjangka dapat digunakan untuk pinjaman dan investasi dalam surat berharga yang
sifatnya jangka pendek, dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan, dan sebagian
dapat digunakan untuk cadangan likuiditas.
(3) Kekayaan bersih yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, hibah
dan cadangan (KSU) atau modal tetap dan cadangan (USP) dapat digunakan untuk
pemberian pinjaman dan investasi surat berharga untuk memperoleh pendapatan,
dan untuk investasi aktiva tetap (sebagai aktiva tidak produktif). Pinjaman dan
surat berharga
disebut sebagai aktiva produktif (earning assets).
4. PENGHIMPUNAN DANA
Penghimpunan dana adalah usaha untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber,
baik dari anggota maupun pihak lain. Dana dari berbagai sumber tersebut dapat
berupa hutang atau kekayaan bersih (ekuitas). Untuk lebih jelasnya jenis-jenis
sumber dana tersebut adalah bagai berikut:
1)
Dari sumber berupa hutang:
·
Tabungan;
·
Simpanan Berjangka;
·
Pinjaman yang Diterima (untuk KSU)
·
Modal Tidak Tetap (untuk USP)
2)
Dari sumber berupa kekayaan bersih:
·
Modal Sendiri (untuk KSU) yang terdiri dari:
-
Simpanan Pokok
-
Simpanan Wajib
-
Simpanan Khusus
·
Modal Disetor (untuk USP)
·
Cadangan Umum (untuk KSU)
·
Cadangan Tujuan Risiko Donasi
·
SHU Tahun Berjalan
Dari keseluruhan sumber dana tersebut, sumber dana utama adalah
simpanan, sehingga perlu diberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang
simpanan. Menurut PP 9 Tahun 1995 simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh
anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya kepada KSU/USP dalam
bentuk tabungan dan simpanan koperasi berjangka. Pengertian simpanan
sebagaimana dinyatakan dalam PP tersebut adalah simpanan yang merupakan hutang
bagi KSP/USP, sementara itu terdapat jenis simpanan lain dari anggota yang
merupakan kekayaan bersih bagi KSP/USP, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib
(bagi KSP). Pembahasan mengenai simpanan di bawah ini, meliputi simpanan yang
merupakan kekayaan bersih, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib serta
simpanan yang merupakan hutang, Yaitu tabungan dan simpanan berjangka.
SELAMAT KERJA
Senin, 16 Maret 2015
CV TUHU INSAN LOMBOK
PMI Pekerja migran Indonesia merupakan bagian eleman yang tidak terpisahkan dari tujuan programKemenaker/Pemerintah untuk mengentaskan jumlah pencari kerja khususnya ke luar Negeri yang selalu terus bertambah setiap tahunnya. Sudah tidak terasa semenjak wabah covid 19 melanda di semua Negar,yang tentunya,banyak,Negara-Negara penempatan yang sudah bekerja sama dalam penempatan PMI/ Pekerja migran Indonesia menutup sementara waktu penempatan nya dengan bertujuan untuk menekan laju penyebaran covid19. Sampai saat sekarang pun masi belum bisa di prediksi sampai kapan covid19 akan berahir. Perlu di ketahui Pada dasarnya Dalam perekonomian warga negara & nantar negara, tentunya harus tetap berjalan. Terkait PMI Pekerja Migran Indonesia, Kemenaker RI terus bekerja keras dalam tugasnya dengan berusaha untuk bisa mengatasi ke berbagai negara agar bisa kembali berjalan seperti semula dalam menempatkan pekerja migran Indonesia. Tentunya tidak terlepas untuk menerapkan protokol kesehatan yang sudah di sepakati antar negara penempatan PMI secara ketat. Salah satu nya Polandia kini sudah membuka dan menerima penempatan pekerja migran Indonesia/PMI dengan bukanya kembali penempatan PMI
migran Indonesia untuk Pria & Wanita
Kami dari PJTKI/PPTKIS Resmi ber-SIUP PT FICOTAMA BINA TRAMPIL yang sudah berpengalaman dan terpercaya dalam memproses keberangkatan penempatan PMI/TKI ke Polandia, dari awal di bukanya penempatan Pekerja migran Indonesia ke Polandia sejakk wabah Covid19. Perusahaan kami cukup handal sudah memberangkatkan gelombang ke 3 dan akan di susul dengan gelombang pemberangkatan berikut nya. Bagi calon PMI/TKI Polandia yang sudah mendaftar akan di proses sampai turunnya Working Permit & mendapatkan Visa Kerja. Tentunya perusahaan kami sangat profesional dalam bekerja sama dengan Agenci Polandia dengan penuh tanggung jawab sesuai yang sudah diatur dalam perundang-undangan penempatan pekerja migran Indonesia secara resmi.YANG MINAT KERJA KEPOLANDIA DAPAT MENGHUBUNGGI
BPK SAHRUN LOMBOK TENGAH NTB NO 081917602772
PT. FICOTAMA BINA TRAMPIL CABANG MATARAM
Jumat, 13 Maret 2015
KOPERASI MASA DEPAN
The Park Balai Diklat Koperasi & pemda, Se -Nusa Tenggara Barat | Wednesday – Thursday | 04 – 18 Marat, 2015 | 07:30-18:30 WIB
LATAR
Bagi sebagian kalangan, merupakan masa pertumbuhan Ekonomi NTB sudah mulai tumbuh di masing kabupaten . Hal ini di lakukan dalam upaya Membentuk pelatihan
dengan berbagai proses untuk melayani masing anggotanya di koperasi tersebut, yaitu kesadaran Anggota semakin bertambah, pendapatan, hilangnya kesibukan, timbulnya perasaan terasing,
serta adanya post power syndrome. Walau demikian, hal-hal seperti itu
dapat diminimalisir apabila para Anggota yang akan telah
memiliki kesiapan mental, pengetahuan dan keterampilan yang memadai
untuk memasuki era globalisai. Jika demikian, para anggota berperan aktif, bisa jadi,
merupakan masa yang menggairahkan, menyenangkan, dan penuh makna karena
dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif.
TUJUAN
Secara umum kegiatan ini ditujukan untuk
memberikan kesiapan mental, pengetahuan dan keterampilan yang memadai
bagi Penggurus Koperasi yang akan memasuki masa Globalisai sehingga memiliki
keyakinan yang lebih kuat dan kehidupan yang lebih bahagia dan
bermakna di masa yang akan datang
Adapun secara khusus ditujukan untuk :
1. Membangun dan menata konsep diri dan tujuan hidup
2. Membangun paradigma (mindset) baru tentang kemandirian dan kewirausahaan
3. Memberikan pengetahuan tentang strategi memulai usaha dan beberapa pengetahuan (soft skill) yang mendukungnya
4. Memberikan bekal keterampilan dalam upaya membangun usaha atau aktivitas produktif di masa depan
2. Membangun paradigma (mindset) baru tentang kemandirian dan kewirausahaan
3. Memberikan pengetahuan tentang strategi memulai usaha dan beberapa pengetahuan (soft skill) yang mendukungnya
4. Memberikan bekal keterampilan dalam upaya membangun usaha atau aktivitas produktif di masa depan
METODE PELATIHAN
Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan
dengan menerapkan berbagai metode, baik indoor maupun outdoor. Metode
penyampaian materi yang akan dilakukan adalah metode pendidikan untuk
orang dewasa (andragogi) yang meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi
kelompok, sharing ideas, kunjungan lapangan, dan studi kasus yaitu
belajar dari kisah sukses seorang pengusaha dalam membangun usahanya.
MATERI PELATIHAN
Hari Pertama
1. Kiat menghadapi status sistem pengelolaan
2. Entrepreneurship for beginners
3. Kiat membangun usaha
4. Belajar dari kisah sukses seorang pengusaha
2. Entrepreneurship for beginners
3. Kiat membangun usaha
4. Belajar dari kisah sukses seorang pengusaha
: membangun motivasi dan visi di masa pensiun
Hari Kedua
1. Kunjungan lapangan ke Vedca di Kab. Cianjur Jawa Barat untuk belajar bisnis pertanian, peternakan, dan perikanan
Kamis, 12 Maret 2015
Senin, 13 Februari 2012
LOKASI DESA MAS-MAS KEC. BATUKLIANG UTARA-LOTENG
Langganan:
Postingan (Atom)
MASMAS BATUKLIANG UTARA ADALAH TEMPATKU BERKARIASI