Senin, 23 Maret 2015

PENGABDIAN
Suasa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran penuh dengan ceria walapun kita hanya bermodal sekotak nasi kaput namun dalam proses pengabdian untuk bertemu dengan teman teman baik yang ada di Bima.dompu,sumbawa,KLU,mataram dan loteng adalah salah satu mutifasi membanggun kecerian dan kebersamaan, pengembangan usaha koperasi
kebersamaan pengabdian untuk mengangakat pertumbuhan ekonomi memelalui jalur Koperasi di masing masing pelosok adalah salah satu pengabdian memajukan sumbar daya manusia (SDM) dan SDA.
pengabdian  Membagun Koperasi dengan tekat kebersamaan,satu ide,satu pikiran saya nyakin koperasi dapat mengangkat nama baik dalam pertumbuhan ekonomi bangsa indonesia,koperasi adalah pilar untuk mengangkat roda perekonomian pengusaha kecil dan menengah,
koperasi akan menciptakan tempat terangsaksi untuk para anggota,sekaligus sebagai tempat sumbar pendapatan untuk para anggota, dan apabila koperasi di jadikan tempat terangsaksi,oleh pemerintah apapun jenis bantuan yang di alokasikan oleh pemerintah maka saya nyakin  koperasi di masing-masing pelosok dapat berjalan sesuai harapan, sekaligus dapat secara langsung  membantu perkembangan ekonomi koperasi,dapat di kelola untunk kesejahtraan pra anggota koperasi,
pengabdian koperasi terhadap anggota  adalah menjadi moral besar koperasi apabila koperasi tidak mampu mensejahtrakan anggotanya
harapan kami mudah-mudah koperasi di jadikan oleh pemerintah sebagai tempat terangsaksi segala jenis bantuan untuk memudahkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Rabu, 18 Maret 2015



MANAJEMEN USAHA SIMPAN PINJAM
KOPERASI KSU ISTIQOMAH DESA MAS-MAS KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN 

LOMBOK TENGAN NUSA TENGARA BARAT.
 
Kegiatan usaha simpan pinjam dari KSU meliputi kegiatan penarikan/penghimpunan dana dan penyaluran kembali dana tersebut dalam bentuk pinjaman. Secara garis besar kegiatan tersebut dapat dibedakan menjadi:
a.    Sisi pasiva: yaitu KSU melakukan penarikan dana dari anggota dan pihak-pihak lainnya. Dari anggota dapat berupa tabungan, simpanan atau dalam bentuk lainnya. Sedangkan dari pihak lain dapat berupa pinjaman atau penyertaan lainnya.
b.    Sisi aktiva: KSU melakukan kegiatan usaha yang berhubungan dengan penggunaan atau pengalokasian dana terutama dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan.
Dengan kata lain KSU menghadapi dua kegiatan yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya:
1)    Pada satu sisi, dana simpanan yang terkumpul harus disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada anggota yang membutuhkan. Berarti terjadi arus dana keluar dan akan kembali diterima secara bertahap pada masa yang akan datang.
2)    Pada sisi lain, KSU harus mampu melayani anggota penyimpan yang hendak menarik kembali simpanannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
Oleh karena itu, KSU harus mampu mengatur arus dana agar selalu seimbang antara arus dana yang masuk dan arus dana yang keluar. Arus dana masuk di KSU terdiri dari:
·         Penerimaan simpanan pokok dan simpanan wajib untuk KSU, dan modal disetor untuk USP
·         Penerimaan angsuran pinjaman, baik pokok maupun Jasa.
·         Penerimaan pendapatan operasional berupa pendapatan SHU pinjaman, provisi dan administrasi.
·         Penerimaan simpanan berupa tabungan atau simpanan berjangka anggota, calon anggota, Koperasi lain dan atau anggotanya;
·         Penerimaan dana dari pihak ketiga berupa pinjaman, untuk KSU dan modal tidak tetap untuk USP;
·         Penerimaan pendapatan bunga, atas tabungan atau deposito KSP/USP di Bank

Sedangkan arus dana keluar di KSU/USP terdiri dari:
·         Pemberian pinjaman
·         Penarikan simpanan berupa tabungan atau simpanan berjangka anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya.
·         Pembayaran biaya-biaya usaha dan organisasi
·         Penyetoran ke bank.
·         Pembayaran simpanan pokok dan simpanan wajib untuk anggota KSU ISTIQOMAH yang keluar;
·         Pengembalian pinjaman kepada pihak ketiga beserta Jasanya.

Dari pengalaman sehari-hari dapat diperkirakan besarnya pengeluaran dalam setiap hari, minggu atau bulan, sehingga likuiditas minimum dapat ditetapkan secara lebih tepat. Kesemuanya itu perlu didukung oleh pencatatan-pencatatan yang akurat, teliti, rapi dan sistematis.
Dalam menghadapi masalah berkaitan dengan upaya nenyeimbangkan arus dana, KSU/USP perlu melakukan manajemen aktiva-pasiva dengan pendekatan asset allocation approach. Pendekatan ini nengalokasikan sumber-sumber dana. Dana yang memiliki sifat perputaran yang cukup tinggi hendaknya penggunaannya diprioritaskan dalam aktiva yang tingkat likuiditasnya cukup tinggi pula. Sedangkan dana yang perputarannya relatif rendah, pengalokasiannya dapat diprioritaskan pada pemberian pinjaman dan aktiva jangka panjang lainnya. Ilustrasi asset allocation approach pada KSP/USP dapat dilihat dalam gambar

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa:
(1)  sumber dana yang berasal dari tabungan sebaiknya digunakan untuk cadangan likuiditas atau pinjaman yang sifatnya jangka pendek.
(2)  Simpanan berjangka dapat digunakan untuk pinjaman dan investasi dalam surat berharga yang sifatnya jangka pendek, dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan, dan sebagian dapat digunakan untuk cadangan likuiditas.
(3)  Kekayaan bersih yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, hibah dan cadangan (KSU) atau modal tetap dan cadangan (USP) dapat digunakan untuk pemberian pinjaman dan investasi surat berharga untuk memperoleh pendapatan, dan untuk investasi aktiva tetap (sebagai aktiva tidak produktif). Pinjaman dan surat berharga disebut sebagai aktiva produktif (earning assets).

4. PENGHIMPUNAN DANA
Penghimpunan dana adalah usaha untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber, baik dari anggota maupun pihak lain. Dana dari berbagai sumber tersebut dapat berupa hutang atau kekayaan bersih (ekuitas). Untuk lebih jelasnya jenis-jenis sumber dana tersebut adalah bagai berikut:

1)    Dari sumber berupa hutang:
·         Tabungan;
·         Simpanan Berjangka;
·         Pinjaman yang Diterima (untuk KSU)
·         Modal Tidak Tetap (untuk USP)

2)    Dari sumber berupa kekayaan bersih:
·         Modal Sendiri (untuk KSU) yang terdiri dari:
-      Simpanan Pokok
-      Simpanan Wajib
-      Simpanan Khusus

·         Modal Disetor (untuk USP)
·         Cadangan Umum (untuk KSU)
·         Cadangan Tujuan Risiko Donasi
·         SHU Tahun Berjalan
Dari keseluruhan sumber dana tersebut, sumber dana utama adalah simpanan, sehingga perlu diberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang simpanan. Menurut PP 9 Tahun 1995 simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya kepada KSU/USP dalam bentuk tabungan dan simpanan koperasi berjangka. Pengertian simpanan sebagaimana dinyatakan dalam PP tersebut adalah simpanan yang merupakan hutang bagi KSP/USP, sementara itu terdapat jenis simpanan lain dari anggota yang merupakan kekayaan bersih bagi KSP/USP, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib (bagi KSP). Pembahasan mengenai simpanan di bawah ini, meliputi simpanan yang merupakan kekayaan bersih, yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib serta simpanan yang merupakan hutang, Yaitu tabungan dan simpanan berjangka.
 SELAMAT KERJA
















Senin, 16 Maret 2015

CV TUHU INSAN LOMBOK

PMI Pekerja migran Indonesia merupakan bagian eleman yang tidak terpisahkan dari tujuan programKemenaker/Pemerintah untuk mengentaskan jumlah pencari kerja khususnya ke luar Negeri yang selalu terus bertambah setiap tahunnya. Sudah tidak terasa semenjak wabah covid 19 melanda di semua Negar,yang tentunya,banyak,Negara-Negara penempatan yang sudah bekerja sama dalam penempatan PMI/ Pekerja migran Indonesia menutup sementara waktu penempatan nya dengan bertujuan untuk menekan laju penyebaran covid19. Sampai saat sekarang pun masi belum bisa di prediksi sampai kapan covid19 akan berahir. Perlu di ketahui Pada dasarnya Dalam perekonomian warga negara & nantar negara, tentunya harus tetap berjalan. Terkait PMI Pekerja Migran Indonesia, Kemenaker RI terus bekerja keras dalam tugasnya dengan berusaha untuk bisa mengatasi ke berbagai negara agar bisa kembali berjalan seperti semula dalam menempatkan pekerja migran Indonesia. Tentunya tidak terlepas untuk menerapkan protokol kesehatan yang sudah di sepakati antar negara penempatan PMI secara ketat. Salah satu nya Polandia kini sudah membuka dan menerima penempatan pekerja migran Indonesia/PMI dengan bukanya kembali penempatan PMI   
  migran Indonesia untuk Pria & Wanita

  • Kami  dari PJTKI/PPTKIS Resmi ber-SIUP PT FICOTAMA BINA TRAMPIL yang sudah berpengalaman dan terpercaya dalam memproses keberangkatan penempatan PMI/TKI ke Polandia, dari awal di bukanya  penempatan Pekerja migran Indonesia ke Polandia sejakk wabah  Covid19.  Perusahaan kami cukup handal sudah memberangkatkan gelombang ke 3 dan akan di susul dengan gelombang pemberangkatan berikut nya. Bagi calon PMI/TKI Polandia yang sudah mendaftar akan di proses sampai turunnya Working Permit & mendapatkan Visa Kerja. Tentunya perusahaan kami sangat profesional dalam bekerja sama dengan Agenci Polandia dengan penuh tanggung jawab sesuai yang sudah diatur dalam perundang-undangan penempatan pekerja migran Indonesia secara resmi.


  • YANG MINAT KERJA KEPOLANDIA  DAPAT MENGHUBUNGGI 
    BPK SAHRUN LOMBOK TENGAH NTB NO 081917602772

    PT. FICOTAMA BINA TRAMPIL CABANG MATARAM













    Jumat, 13 Maret 2015

    KOPERASI MASA DEPAN



    Pelatihan diklat: Kewirausahaan & Komputer Se-Nusa Tenggara Barat “Menyongsong Masa Depan yang Bahagia dan Sejahtera”
    The Park Balai Diklat Koperasi & pemda, Se -Nusa Tenggara Barat | Wednesday – Thursday | 04 – 18 Marat, 2015 | 07:30-18:30 WIB 
    LATAR
    Bagi sebagian kalangan, merupakan masa pertumbuhan Ekonomi NTB sudah mulai tumbuh di masing kabupaten . Hal ini di lakukan dalam upaya Membentuk  pelatihan  dengan berbagai proses untuk melayani masing anggotanya di koperasi tersebut, yaitu kesadaran  Anggota semakin bertambah, pendapatan, hilangnya kesibukan, timbulnya perasaan terasing, serta adanya post power syndrome. Walau demikian, hal-hal seperti itu dapat diminimalisir apabila para Anggota yang akan  telah memiliki kesiapan mental, pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memasuki era globalisai. Jika demikian, para anggota berperan aktif, bisa jadi, merupakan masa yang menggairahkan, menyenangkan, dan penuh makna karena dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan produktif.

    TUJUAN
    Secara umum kegiatan ini ditujukan untuk memberikan kesiapan mental, pengetahuan dan keterampilan yang memadai bagi Penggurus Koperasi yang akan memasuki masa Globalisai sehingga memiliki keyakinan yang lebih kuat dan kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna di masa yang akan datang
    Adapun secara khusus ditujukan untuk :
    1. Membangun dan menata konsep diri dan tujuan hidup
    2. Membangun paradigma (mindset) baru tentang kemandirian dan kewirausahaan
    3. Memberikan pengetahuan tentang strategi memulai usaha dan beberapa pengetahuan (soft skill) yang mendukungnya
    4. Memberikan bekal keterampilan dalam upaya membangun usaha atau aktivitas produktif di  masa depan

    METODE PELATIHAN
    Kegiatan pelatihan ini akan dilakukan dengan menerapkan berbagai metode, baik indoor maupun outdoor. Metode penyampaian materi yang akan dilakukan adalah metode pendidikan untuk orang dewasa (andragogi) yang meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, sharing ideas, kunjungan lapangan, dan studi kasus yaitu belajar dari kisah sukses seorang pengusaha dalam membangun usahanya.

    MATERI PELATIHAN
    Hari Pertama
    1. Kiat menghadapi status sistem pengelolaan
    2. Entrepreneurship for beginners
    3. Kiat membangun usaha
    4. Belajar dari kisah sukses seorang pengusaha

    : membangun motivasi dan visi di masa pensiun
    Hari Kedua
    1. Kunjungan lapangan ke Vedca di Kab. Cianjur Jawa Barat untuk belajar bisnis pertanian, peternakan, dan perikanan

    MASMAS BATUKLIANG UTARA ADALAH TEMPATKU BERKARIASI